Selasa, 13 November 2012

Desa Purworejo

Oleh Wong Ngantang - Selasa, November 13, 2012 | 8 comments

Salah satu desa di kecamatan Ngantang adalah desa Purworejo. Di desa ini terdapat empat dukuh/dusun yaitu Tokol, nJeruk, Pakan, dan mBinangsri.

Dukuh nJeruk berada diantara dukuh Tokol dan Pakan. nJeruk dan Tokol tidak ada pembatasnya, sedangkan antara nJeruk dan Pakan terdapat pembatas jalan yang curam sepanjang 30 meter yang lebih dikenal dengan jalan mBureng.

Di pertengahan jalan Mbureng, terdapat sumber mata air yang begitu jernih. Tidak diketahui sejak kapan sumber mata air itu muncul. Airnya yang begitu jernih dan segar membuat banyak penduduk dari nJeruk, Pakan ataupun Binangsri datang untuk mencuci baju atau hanya sekedar bermain air di sumber mata air itu.
Asal nama dukuh nJeruk berawal dari banyaknya jeruk liar yang tumbuh di sekitar wilayah itu. Jeruk liar itu tumbuh dengan sendirinya tanpa ada yang merawat. Buah dari tanaman itu dipetik untuk dimakan oleh penduduk. Kabarnya tanaman jeruk liar tersebut telah dibabat habis dan dibukalah lahan itu menjadi sebuah perkampungan dengan nama nJeruk.

Untuk asal-usul dukuh Pakan, Tokol ataupun mBinangsri masih belum bisa digali informasi dari sumber lisan ataupun sumber lain.

Ada yang mengatakan bahwa asal-usul nama Pakan adalah tempat dimana terdapat makanan (Pakan; istilah Ngantang) kuda sembrani (salah satu jenis hewan mitos). Tetapi hipotesis itu belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Di desa Purworejo, terdapat tiga sekolah dasar, yaitu SDN Purworejo 1 di Pakan, SDN Purworejo 2 di Binangsri dan SDN Purworejo 3 di nJeruk. Uniknya, hampir semua sekolah tingkat dasar di Desa Purworejo ini berada dekat dengan persawahan.

Jembatan Keden adalah jembatan diatas kali Konto yang memiliki panjang kurang lebih 20 meter. Letaknya di perbataan antara Desa Mulyorejo dan Desa Purworejo. Pemandangan di sekitar jembatan Keden sangat indah, air sungai mengalir dari daerah Pujon serta pemandangan persawahan yang begitu asri. Pada bulan Ramadan, jembatan Keden menjadi tujuan jalan-jalan setelah sahur. Tak heran di bulan Ramadan jembatan Keden ramai bukan main oleh orang-orang yang nongkrong menghabiskan waktu dengan berbincang – bincang disana. (Gita Marantika-ngantang.com)

Related Post



8 komentar:

  1. lumpia_anget@yahoo.com15 November 2012 10.23

    Wuich....hebat desaku Di up date nich bisa mengobati rindu kampung halaman...makasih ya hehehehe didesa PAKAN ada beberapa kesenian kuda lumping n rock dangdutnya lho namanya ANDHIKA ENTERTAINMENT ulas donk siapa tahu banyak peminat utk nanggap hahaha numpang iklan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama... :D
      btw mas juga bisa kontribusi kok di blog ini, langsung ke bagian kontak aja mas... :D
      http://www.ngantang.com/p/contac-us.html

      Hapus
    2. OK OK..ntar di update lagi datanya...kita cari nara sumber yg bisa kita wawancarai..thanks masukannya....

      Hapus
  2. Mantap mas broo....saya bukan asli ngantang tapi istri saya dari desa tokol..dan saya pernah di tokol waktu masih penganti baru ..tambahin gambar gambar sudut desa tokol ya mas broo..matur sembah nuwun ...

    BalasHapus
  3. Wissssh hebaat....
    Purworejo terkenal

    BalasHapus
  4. Wissh hebaat....
    Desa Purworejo terkenal

    BalasHapus
  5. Wissssh hebaat....
    Purworejo terkenal

    BalasHapus

Blogger Template by Clairvo